Kajian Sadd Al-Dzari’ah Atas Praktik Nikah Siri di Bumiharjo Kab. Jepara

Lia Apriliani

Abstract


This study was conducted on the fact that in Bumiharjo Village, Jepara Regency, the number of unregistered marriages in 2017 was ± 14 couples. This reality is contrary to Law no. 1 of 1974 concerning marriage, that marriage must be recorded by a Marriage Registrar from the Office of Religious Affairs. This study was conducted using a qualitative approach with a descriptive type of study, to analyze the factors behind unregistered marriages, and a review of them in sadd al-dzari`ah. The results of this study can be stated that the practice of unregistered marriage is motivated by family, economic, and environmental factors. As for sadd al-dzariah's review that in practice, unregistered marriage has the potential to pose risks, because it does not have permanent legal force that can harm the wife and child in the event of a divorce, child's relationship with parents, and inheritance.

Kajian ini dilakukan terhadap fakta bahwa di Kelurahan Bumiharjo Kabupaten Jepara jumlah perkawinan siri pada tahun 2017 sebanyak ± 14 pasangan. Realitas tersebut bertolak belakang dengan Undang- undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan, bahwa perkawinan harus dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah dari Kantor Urusan Agama. Kajian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kajian deskriptif, untuk menganalisis faktor yang melatarbelakangi nikah siri, dan tinjauan tentangnya dalam sadd al-dzari`ah. Hasil kajian ini dapat dinyatakan bahwa praktik nikah siri dilatarbelakangi oleh faktor keluarga, ekonomi, dan lingkungan. Adapun dari tinjauan sadd al-dzariah bahwa dalam praktiknya, nikah siri berpotensi memunculkan risiko, karena   tidak mempunyai kekuatan hukum tetap yang dapat merugikan istri dan anak apabila nanti terjadi perceraian, hubungan anak dengan orang tua, serta kewarisan.


Keywords


Unregistered marriages, Sadd al-Dzariah

Full Text:

PDF

References


Al-Syathibi (2009) al-Muwafaqat. Lebanon: Dar al-Kotob al-Ilmiyah.

Al-Zuhaily, W. (2014) Al-Fiqh Al-Islāmī wa Adillatuhu, Darul Fikr. Beirut: Dar El-Fikr.

Amin, M. (2015) ‘Dualisme Hukum Nikah Sirri di Indonesia dalam Perspektif Fiqih Indonesia’, Studi KeIslaman, 15(1), p. 28.

As-Suyuthi, J. (no date) al-Asybah wa an-Nazhair. Beirut: Dar al-Kutub al- Ilmiyyah.

Djazuli, H. A. (2005) Ilmu Fiqh, Pengalian, Perkembangan, Penerapan Hukum Islam. Jakarta: Prenada Media.

Ghani, A. (2015) ‘Adh-Dharuurah wa al-Haajjah dalam Riba (Studi Analisis Pemikiran Dr. Wahbah az-Zuhaili’, Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 5(2), pp. 191–218. Available at: https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/JESI/article/view/209/203.

Ghazali, A. R. (2010) Fikih Munakahat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Luthfi, M. M. (2010) Nikah Sirri. Surakarta: Wacana Ilmiah Press.

Nasrun, H. (1997) Ushul Fiqh 1. Jakarta: Logos.

Nasution, K. (2012) Filsafat Perkawinan Islam: Studi Interkoneksitas Dalam Hukum Perkawinan & Kewarisan di Dunia Muslim Moderen. Yogyakarta: ACAdeMIA.

Nurhaedi, D. (2003) Nikah di Bawah Tangan: Praktek Nikah Sirri Mahasiswa Jogya. Yogyakarta: Saujana.

Saebani, B. A. (2010) Fiqh Munakahat. Bandung: CV. Pustaka Setia.

Saleh, M. (2011) Masail Fiqhiyah Membahas Tentang Isu-Isu Fiqih Kontemporer. Jakarta: UIN Jakarta.

Zuhaili, W. (1989) Fiqh al-Islam wa Adillatuh. Beirut: Dar al-Fikr.




DOI: https://doi.org/10.34001/ijshi.v9i1.3225

Article Metrics

Abstract view : 333 times
PDF - 444 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Creative Commons License

Isti'dal: Jurnal Studi Hukum Islam is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats